STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PERAWATAN BAYI HIPERBILIRUBIN YANG TERPASANG FOTO TERAPI

PENGERTIAN
Memberikan perawatan kepada bayi yang terpasang foto terapi atau bayi yang mengalami hiperbilirubin merupakan salah satu asuhan keperawatan untuk memenuhi kebutuhan bayi yang terpasang foto terapi.
Fototerapi merupakan alat yang berupa sinar, cahaya Flourescent yang mengandung ultraviolet dengan spectrum ideal 420 – 450 mu. Mempunyai kemampuan menurunkan kadar bilirubin dan mengeluarkan dengan oksidasi cahaya sehingga bilirubin pathogen berubah jadi bilirubin a-pathogen.
TUJUAN
  • Mengurangi/menurunkan kadar bilirubin yang pathogen.
  • Mencegah penumpukan bilirubin indirect dalam sel otak (mencegah Kern Ikterus)
INDIKASI
Indikasi foto terapi dan transfuse ganti berdasarkan BB

BB (gr)
KADAR BILIRUBIN (mg/dl)
FOTOTERAPI
TRANSFUSI GANTI
< 1000
Mulai 24 jam 1
10 – 12
1000 – 1500
7 – 9
12 – 15
1500 – 2000
10 – 12
15 – 18
2000 – 2500
13 – 15
18 – 20
> 2500 & bayi sakit
12 – 15
18 – 20

Indikasi fototerapi dan transfuse ganti berdasarkan bayi cukup bulan dan atau tanpa resiko Canadian Pediatric Society

UMUR (jam)
KADAR BILIRUBIN (mg/dl)
TANPA RESIKO
DENGAN RESIKO
24
10
8
48
15
13
> 72
> 18
> 16
Indikasi fototerapi profilaksis
  • Bayi kecil (BB < 1500 gr) yang cenderung berlanjut pada kadar bilirubin patologis
  • Bayi premature dengan memar berat
  • Bayi dengan proses hemolysis sementara menunggu transfuse ganti
Indikasi bayi dengan penyakit hemolitik
  • Ketidaksesuaian rhesus
  • Inkompatibilitas ABO
KONTRAINDIKASI
  • Hiperbilirubin karena bilirubin direk (hepatitis)
  • Hiperbilirubin obstruksiva (atresia biliaris)
PERSIAPAN
Persiapan Pasien
  • Pastikan klien memerlukan pemenuhan kebutuhan dasar manusia (minum, aktivitas, tidur, terhindar infeksi, personal hygiene, keseimbangan suhu)
  • Amati seluruh tubuh klien (warna kulit, mata, aktivitas, kotoran atau bau)
  • Atur posisi sesuai prosedur yang akan dilakukan
Persiapan Alat
  • Siapkan pemberian minum ASI/PASI
  • Pemeriksaan fisik
  • Alat tenun dan pakaian bayi
  • Alat memandikan
  • Tempat sampah
  • Penutup mata dan testis (bahan tak tembus cahaya)
Persiapan Lingkungan
  • Amati instalasi yang berhubungan dengan listrik
  • Tidak menempatkan bayi dekat pintu atau jendela yang terbuka
  • Amati lampu foto terapi, lama pemakaian dan keutuhannya
PELAKSANAAN
  1. Perawat mencuci tangan, alat-alat didekatkan
  2. Keluarga diberitahu, lampu fototerapi dimatikan.
  3. Lepaskan pelindung mata, amati kotoran dan warna sclera da bersihkan dengan kapas mata. Catat bila ada hal-hal yang tidak wajar
  4. Pastikan bayi apakah badannya kotor, bau urin atau baung air besar
  5. Bersihkan badan bayi dengan mandi lap didalam incubator kemudian keringkan dengan handuk
  6. Mengganti pakaian/alat tenun/popok basah sesudah dimandikan
  7. Observasi TTV, amati seluruh tubuh bayi terutama warna kuning.
  8. Lanjutkan pemberian tindakan lainnya, bila harus mendapat antibiotic melalui infus, berikan terapi sesuai program (5 benar). Check kembali TTV. Dokumentasikan pemberian terapi
  9. Berikan pemenuhan kebutuhan cairan melalui minum sesuai jadwal dan kebutuhan bayi. Bila diperkirakan ada kehilangan cairan karena peningkatan suhu, berikan cairan extra (10 – 15 ml/kgBB)
  10. Posisikan kembali bayi untuk melanjutkan pemberian sinar foto terapi.
  11. Pakaian bayi dilepas dalam box/incubator
  12. Menutup mata dan testis dengan bahan tidak tembus cahaya.
  13. Tidurkan bayi terlentang atau tengkurap
  14. Atur jarak bayi 45 – 50 cm dari lampu
  15. Atur posisi bayi dalam 3 posisi (mika – miki – tengkurap) setiap 3 – 8 jam
  16. Ukur suhu, HR, RR setiap 2 jam
  17. Matikan fototerapi bila memberikan minum, penutup mata dibuka, observasi mata (kotoran), ijinkan ibu kontak dengan bayi.
  18. Catat intake dan output
  19. Pantau keseimbangan cairan dan elektrolit (timbang BB 2x sehari) dan efek samping fototerapi
  20. Alat-alat rapihkan dan dibereskan
  21. Periksa kadar bilirubin setiap 12-24 jam.
KOMPLIKASI
  • Bronze baby syndrome
  • Diare
  • Dehidrasi
  • Ruam kulit
EFEK SAMPING
  • Ruam dermatitis pada kulit
  • Hiperpigmentasi
  • Diare
  • Dehidrasi
EVALUASI
  • Tanda-tanda hipertermi
  • Tanda-tanda dehidrasi
  • Warna kuning, kebersihan tubuh, pemenuhan cairan dan reaksi klien
DOKUMENTASI HASIL TINDAKAN
  • Waktu dan lamanya pelaksanaan pemberian fototerapi
  • Tanda-tanda hipertermi atau gejala dehidrasi
  • Reaksi pasien


Sumber : Prosedur Tindakan Keperawatan Anak, 2012 

No comments:

Powered by Blogger.