TINDAKAN DIAGNOSTIK PENUNJANG PADA GANGGUAN SISTEM PERNAPASAN

Setelah memperlajari mengenai salah satu bidang ilmu kesehatan mengenai anatomi fisiologi sistem pernapasan serta bagaimana konsep dasar asuhan keperawatan pada gangguan sistem pernapasan, maka selanjutnya yang perlu dipahami adalah tindakan diagnostik penunjang pada gangguan sistem pernapasan.

Sumber : Photo by National Cancer Institute on Unsplash

Untuk membantu menegakkan diagnosa dan pengobatan penyakit, pasien dengan gangguan sistem pernapasan memerlukan serangkaian tindakan diagnostik ini. Hal ini dilakukan agar perawat mampu memberikan asuhan keperawatan sebelum dan sesudah tindakan sehingga pemahaman perawatan tentang tindakan tersebut sangat penting untuk dilakukan. Disamping itu, hasil pemeriksaan data penunjang juga digunakan bagi perawat dalam merumuskan diagnosa keperawatan.

Berikut ini akan diuraikan beberapa pemeriksaan diagnostik yang sering dilakukan pada klien dengan gangguan sistem pernapasan.


  • Biopsi merupakan eksisi sejumlah kecil jaringan yang dilakukan untuk pemeriksaan sel-sel dari faring, laring dan saluran hidung. Biopsi pleura dilakukan ketika terdapat cairan eksudat yang tidak diketahui asalnya, untuk mengindentifikasi tuberkulosis atau fungsi.
  • Uji Fungsi Pulmonal, hal ini dilakukan untuk mengkaji fungsi pernafasan dan mendeteksi keluasan abnormalitas.
  • Pemeriksaan Gas Darah Arteri, dilakukan untuk mengetahui kecukupan oksigen dalam jaringan
  • Pemeriksaan Radiografi Dada. Pemeriksaan radiografi ini terdiri dari pemeriksaan rontgen dada, tomografi dan computed topografi. Untuk lebih mengenal ke tiga pemeriksaan tersebut mari kita bahas satu persatu. 
  • Pemeriksaan rontgen dada digunakan untuk mengetahui kondisi patologis paru, cairan, tumor atau benda asing
  • Tomografi, pemeriksaan ini untuk memeriksa pasien TB paru, jaringan paru terdesak dan abses paru.
  • Computed Topografi, pemeriksaan ini untuk mengetahui nodulus pulmonal dan tumor kecil yang tidak terlihat dengan Sinar-X rutin
  • Bronkoskopi merupakan inspeksi dan pemeriksaan langsung terhadap laring, trakea dan bronki. Tujuannya untuk memeriksa jaringan atau mengumpulkan sekresi, menentukan lokasi dan luas proses patologi, untuk mendapatkan contoh jaringan, dan untuk menentukan apakah tumor dapat dilakukan pembedahan atau tidak, serta untuk mendiagnosa tempat perdarahan
  • Torakoskopi, hal ini dilakukan untuk mengetahui efusi pleura, penyakit pleura dan pentahapan tumor
  • Pemeriksaan Sputum dilakukan untuk mengidentifikasi organisme patogenik dan untuk menentukan apakah terdapat sel-sel maligna atau tidak.
  • Torakosintesis merupakan aspirasi cairan pleura, untuk tujuan diagnosis dan teurapeutik.



Tidak ada komentar:

ads
Diberdayakan oleh Blogger.