TRAUMA HEALING BAGI PENYINTAS DAN TENAGA KESEHATAN DALAM SITUASI PANDEMI COVID-19

Pandemi COVID-19, akhir-akhir ini telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tentunya dengan peristiwa ini akan menimbulkan suatu ketidaknyamanan yang berdampak pada psikologis seseorang, baik pada penyintas ataupun tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam penanganan COVID-19. 

Hal ini, jika dibiarkan secara terus-menerus tentunya akan berdampak buruk bagi psikologis penyintas ataupun tenaga kesehatan. Maka dari itu, untuk mengurangi dampak tersebut, penyintas ataupun tenaga kesehatan memerlukan suatu pemulihan dalam bentuk trauma healing.



Sebetulnya ketakutan dalam situasi pandemi COVID-19 ini merupakan hal yang wajar. Namun, jika kejadian ini mengalami pengulangan atau flashback tentunya akan berdampak kepada emosi yang tidak terkontrol, insomnia ataupun waspada yang berlebihan.

Sebelum kita membahas lebih jauh terkait trauma healing penyintas ataupun tenaga kesehatan mari sama-sama kita kenali dulu terkait trauma itu sendiri. Seseorang yang mengalami traumatik biasanya menimbulkan respon kepada tubuh.

Respon terhadap trauma yang terjadi pada tubuh diantaranya :

  • Bisa mematikan sebagian otak
  • Kinerja otak akan mengambil alih - 20 kali lebih cepat dari otak rasional
  • Amygdala - yang bisa memicu kaskade hormonal
  • Tekanan darah tinggi 
  • Merasa suasana hati menjadi beku atau runtuh
Trauma healing ini, dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi pemenuhan keselamatan diri dari stress. Trauma healing ini bisa berbentuk teknik relaksasi, mengekspresikan emosi, maupun rekreasional. Tentunya dengan teknik trauma healing ini diperlukan fasilitas yang aman dan nyaman agar penyintas atau tenaga kesehatan dapat secara optimal mengikuti terapi trauma healing. 

Dalam melaksanakan kegiatan terapi Trauma Healing ini, diperlukan beberapa teknik agar kegiatan Terapi Trauma Healing ini dapat berjalan dengan baik.

Baca Juga :


Teknik Trauma Healing

Entertainment : teknik trauma healing dengan entertainment ini dapat dilakukan dengan membentuk kelompok bermain, belajar, membaca, melukis, ataupun bernyanyi.

Home Visit : melakukan teknik trauma healing melalui Home Visit ini dapat membuat penyintas atau tenaga kesehatan merasa diperhatikan, disayangi, disemangati untuk menjalani hidup dan tidak merasa sendirian. Teknik trauma healing dengan home visit ini dapat dilakukan melalui telepon atau video call juga. 

Sharing Partner : kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara bercerita tentang yang dialami, dipikirkan yang dirasakan pada orang yang dianggap dekat untuk camendapatkan solusi.

Pelayanan Kesehatan : karena bencana, sering menjadi terisolasi sehingga sulit mengakses pelayanan kesehatan.

Seperti yang telah disebutkan diatas, teknik trauma healing dapat dilakukan dengan berbagai macam. Namun, contoh-contoh kegiatan yang dapat dilakukan sebagai teknik trauma healing itu seperti apa??

Sebetulnya teknik dalam melakukan tindakan Trauma Healing ini dapat dilakukan dengan hal-hal yang sederhana yang dapat menurunkan tingkat stres seseorang. Berikut beberapa contoh kegiatan dalam terapi Trauma Healing.

Contoh Teknik Trauma Healing

Teknik Relaksasi : dapat dilakukan dengan menghirup bunga atau wewangian, menghirup oksigen agar pikiran dan emosi rileks, berdoa dan bersholawat, menyanyikan lagu, membuat kreasi sesuai hobi, 

Teknik ekspresikan emosi : dapat dilakukan dengan melepas balon imajiner, mengekspresikan emosi dengan deeskalasi verbal, mengatasi flashback (hipnotis 5 jari, konseling pasca trauma).

Teknik rekreasional dan ekspresif : dapat dilakukan melalui kegiaktan seni, drama, olah raga, bermain, membaca, mendengar cerita, menulis cerita, dan play therapy.

Selain, teknik-teknik diatas trauma healing juga dapat dilakukan dalam bentuk komunitas. Berikut beberapa teknik trauma healing dalam bentuk komunitas.

Metode Trauma Healing Bentuk Komunitas

  • Metode Debriefing
  • Metode Counseling
  • Metode Spiritual
Sedikit menambahkan, ada beberapa teknik juga yang mungkin bisa diaplikasikan kepada penyintas ataupun tenaga kesehatan dalam metode trauma healing lainnya seperti :

Calm Down Methods

Dilakukan dengan cara :

  • Identifikasi ketidaknyamanan pada penyintas
  • Kenali sumber-sumber kegiatan yang bisa digunakan untuk menenangkan diri (membuat rileks)
  • Fasilitasi sarana dan prasarana yang dapat digunakan untuk menenangkan diri
  • Cari aktivitas distraksi yang lebih bervariasi
  • Lakukan kegiatan ini selama 30 - 60 menit

Talks Downs Methods

Dapat dilakukan dengan cara :

  • Memulai dengan percakapan
  • Minta untuk mengekspresikan kejadian yang membuat tidak nyaman, pikiran yang muncul, perasaan dan perilaku
  • Minta ijin untuk mengulang apa yang diceritakan penyintas
  • Tunjukan empati
  • Tawarkan pada penyintas hal yang ingin dilakukan kemudian yang membuat nyaman.

Soft Words Methods

Metode soft words ini dilakukan dengan menggunakan kalimat-kalimat yang menunjukkan rasa empatik kepada penyintas tanpa merasa terhakimi. Contoh soft words yang bisa diaplikasikan diantaranya :

Saya memahami kekhawatiran Anda dan sebagian besar orang akan berpikir mengenai situasi........

Sangat alami untuk merasa sedih, marah, kecewa......

Reassurance

Dapat dilakukan dengan cara :

  • Memberikan akses informasi yang tepat
  • Menghubungkan dengan orang tercinta dan memberikan dukungan sosial
  • Menangani masalah praktik
  • Mengakses layanan dan bantuan lain
Berikut beberapa penjelasan mengenai trauma healing bagi penyintas dan tenaga kesehatan dalam situasi COVID-19 ini. Semoga kita semua selalu diberikan kekuatan dan kesehatan dalam menghadapi pandemi saat ini.


Referensi :

Webinar Psychological First Aid dan Trauma Healing oleh Ns Abdul Jalil, M.Kep.,Sp.Kep.J


 

Tidak ada komentar:

ads
Diberdayakan oleh Blogger.