Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SOP MEMASANG KATETER PADA WANITA

Sebelumnya kita telah membahas bagaimana cara melakukan prosedur pemasangan kateter pada laki-laki (Klik : SOP Pemasangan Kateter pada Laki-laki), selanjutnya kita akan membahas bagaimana prosedur untuk memasang kateter pada wanita. Namun sebelum membahas bagaimana SOP Pemasangan Kateter pada Wanita, kita akan bahas apa itu proses kateterisasi.


Kateterisasi merupakan suatu tindakan prosedur untuk mengosongkan kandung kemih dengan menggunakan kateter. Prosedur ini dilakukan sebagai pilihan terakhir jika semua prosedur / metode tidak bisa dilakukan. Biasanya tindakan kateterisasi ini dilakukan pada pasien yang mengalami ketidaksadaran, pre dan post operasi, pasien dengan bed rest total, koma diabetikum, cedera kandung kemih, infeksi urinaria, retensio urin dan instabilitas aliran. Namun, tindakan prosedur kateterisasi ini tidak boleh dilakukan pada pasien yang mengalami infeksi traktus urinarius ataupun trauma traktus urinarius.

Tujuan penggunaan kateter ini dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis (koma diabetikum, cedera kandung kemih, atau infeksi urinaria), mengosongkan isi kandung kemih, misalnya mengurangi retensio urin, memastikan tidak ada urin yang tersisa dalam kandung kemih setelah miksi, sebagai tindakan pra dan pasca bedah, tindakan preventif untuk mencegah kontaminasi pembalut atau daerah penyembuhan terpapar, misalnya : luka bakar maupun untuk menghitung keseimbangan cairan.

Berikut langkah-langkah SOP Memasang Kateter pada Wanita :

Persiapan Pasien Pemasangan Kateter

  • Pertama yang perlu dipersiapkan adalah memastikan kebutuhan pasien akan pemasangan kateter.
  • Selanjutnya adalah persiapan pasien yang terdiri dari menyampaikan salam
  • Selanjutnya jelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan pada klien.
  • Mengatur posisi pasien dengan lithotomi

Persiapan Alat Pemasangan Kateter

  • Kateter set steril dengan pelumas (type tgt indikasi pemasangan)
  • Pinset 3 buat (2 anatomis dan 1 chirugis)
  • Bak instrumen steril
  • Kapas steril secukupnya
  • Kassa steril secukupnya
  • Duk bolong steril
  • Sarung tangan steril satu pasang
  • Sarung tangan bersih satu pasang
  • Jelly
  • Bengkok
  • Buku / mainan untuk anak
  • Formulir yang sesuai
  • Urine bag
  • Spuit 20 ml berisi air steril untuk mengembangkan balon pada cateter undwelling.
  • Handuk / pengalas / perlak 3 buah
  • Plester

Persiapan Lingkungan Sebelum Pemasangan Kateter

  • Sebelum melakukan pemsangan kateter usahakan untuk menjaga privasi pasien
  • Mengatur pencahayaan ke arah uretra

Pelaksanaan Pemasangan Kateter

  • Sebelum melakukan tindakan lakukan prosedur mencuci tangan (Klik : SOP Mencuci Tangan Menurut WHO)
  • Menyelimuti tubuh bagian atas dengan selimut mandi dan ekstremitas bawah dengan selimut tidur.
  • Kenakan sarung tangan bersih.
  • Pasang handuk pada bagian kedua tungkai, diatas abdomen dan pengalas dibawah perineum sampai area pemasangan.
  • Dekatkan alat-alat yang dibutuhkan.
  • Membersihkan labia dengan cara : menggunakan tangan kiri (non dominan) untuk membuka labia, selanjutnya dengan menggunakan pinset, bersihkan labia dengan kapas sublimate steril dari atas kebawah / arah perineu, lalu bersihkan orofisium urethra (perhatikan : meatus urethra perempuan, sangat kecil terletak diatas orofisium vagina), lakukan dari labia sisi terjauh - kemudian labia sisi terdekat dan terakhir di tengah, lakukan berulang sesuai dengan kondisi labia (kotor/bersih), jangan gunakan kapas/kassa yang sama untuk tindakan berulang.
  • Letakkan pinset pada bengkok (on sterilkan, jangan digunakan lagi)
  • Buka pembungkus kateter dan letakkan pada bak steril. Usahakn untuk tetap menjaga sterilitas kateter saat membukanya.
  • Tuangkan jelly secukupnya pada kassa steril.
  • Ganti sarung tangan bersih dengan sarung tangan steril.
  • Ambil duk bolong steril dengan satu sudut, lalu letakkan duk dengan bagian tengah (bagian yang bolong) berada tepat diatas vulva klien.
  • Ambil kateter dengan tangan dominan lalu lumasi mulai ujung kateter sampai kurang lebih 5 cm dengan jelly.
  • Buka labia mayora dengan tangan non dominan, lalu perhatikan letak meatus urethra, kemudian masukan kateter dengan menggunakan tangan dominan.
  • Dorong dan arahkan kateter pelan-pelan ke arah kandung kemih sepanjang 5 - 7,5 cm pada orang dewasa atau sampai urin mengalir sambil menyarankan klien agar relaks/tidak mengedan.
  • Apabila urin telah keluar, dorong ujung kateter 2,5 cm lagi. Kateter jangan dipaksa dimasukkan apabila ada tahanan atau sumbatan pada uretra karena bisa terjadi ruptur atau perdarahan.
  • Alirkan urin dari kateter secara perlahan dengan menampungnya sementara di bengkok atau dapat langsung denga memsangnya kedalam urin bag.
  • Masukkan cairan steril secukupnya untuk mengisi balon dengan menggunakan spuit (jumlah cairan tergantung ketentuan yang ada pada kateter tersebut), lalu tarik dan pastikan fiksasinya cukup baik.
  • Segera hubungkan ujung kateter dengan urin bag, jika belumm terpasang urin bag. Kemudian fiksasi bagian luar kateter dengan menggunakan plester ke paha bagian dalam.
  • Letakkan posisi urin bag lebih rendah dari badan pasien dengan ketentuan kateter harus berada di atas paha klien agar tidak terjepit.
  • Atur posisi dan rapikan kembali.
  • Buka sarung tangan steril dan lakukan prosedur tindakan cuci tangan
  • Evaluasi tindakan dan rencana tindak lanjut
  • Sampaikan salam terminasi.
  • Dokumentasikan kegiatan.

BACA JUGA :


Itulah beberapa langkah dan prosedur dalam melakukan tindakan pemasangan kateter pada wanita. Semoga bermanfaat dan tetap menjaga protokol kesehatan dan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Posting Komentar untuk "SOP MEMASANG KATETER PADA WANITA"