SOP CARA SUCTION MELALUI NASOTRAKEAL

Dalam melakukan tindakan keperawatan, tentunya harus didasarkan kepada standar operasional prosedur yang telah di tetapkan. Hal ini bertujuan agar dalam melaksanakan praktik keperawatan selalu berada di koridor yang benar. Salah satu tindakan keperawatan yang sering dilakukan adalah melakukan prosedur atau tindakan suction nasotrakeal. SOP Suction Nasotrakea ini merupakan suatu tindakan pemasangan selang karet kecil ke dalam hidung pasien dan terus ke trakea. 


Tujuan dalam melakukan prosedur ini yaitu untuk menjaga kepatenan jalan udara, mengalirkan sekret, meningkatkan ventilasi pernafasan, menormalkan respirasi rate dan meningkatkan oksigenasi jaringan. Ruang lingkup dalam melakukan tindakan suction nasotrakeal ini dilakukan pada pasien di ruang perawatan biasa maupun khusus seperti IGD, ICU, HCU dll.

PROSEDUR SUCTION NASOTRAKEAL

Pelaksanaan Prosedur Suction Nasotrakeal diawali dengan :
  • Pastikan kebutuhan pasien dalam melakukan suction nasotrakeal
  • Sampaikan salam kepada pasien serta jelaskan mengenai tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan 
  • Baringkan pasien pada posisi semi atau fowler’s tinggi
Alat yang perlu disiapkan antara lain :
  • Unit suction portable atau dinding dengan selang penghubung dan konektor Y bila diperlukan.
  • Mangkuk steril
  • Sarung tangan steril
  • Pelumas larut dalam air
  • Penutup atau handuk untuk melindungi linen dan baju klien.
  • Kaca mata (alat ini biasanya tersedia dalam alat suction sekali pakai)
Persiapan lingkungan :
  • Jaga privasi klien dan ciptakan lingkungan yang aman dan nyaman
  • Cuci tangan
  • Kenakan kaca mata
  • Bila menggunakan kotak suction, maka buka kemasan, bila tersedia seliut steril, letakkan di atas dada pasien atau gunakan handuk sebagai pengalas, buka kemasan kateter suction dan jaga kesterilannya, lalu buka bungkus basin steril letakkan di meja tempat tidur jaga kesterilannya isi dengan 100 ml normal salin.
  • Buka pelumas. Pencet ke dalam kemasan kateter steril tanpa menyentuh kemasan.
  • Kenakan sarung tangan steril terutama pada tangan dominan.
  • Ambil kateter penghisap dengan tangan dominan tanpa menyentuh permukaan tak steril. Ambil selang penghubung dengan tangan non dominan kencangkan kateter pada selang.
  • Periksa bahwa peralatan berfungsi dengan baik dengan cara menghisap sedikit cairan normal salin dari basin.
  • Oleskan bagian distal 6 sampai 8 cm kateter dengan pelumas larut dalam air.
  • Lepaskan selang oksigen bila terpasang, dengan tangan non dominan. Tanpa memberikan hisapan perlahan tetapi cepat masukan kateter dengan ibu jari dominan dan telunjuk ke dalam hidung agak ke bawah atau melalui mulut saat pasien bernafas. Jangan dorong paksa masuk ke dalam lubang hidung.
  • Suction trakeal : pada orang dewasa. Masukkan kateter 20 sampai 24 cm, pada anak yang lebih besar, 14 sampai 20 cm, dan anak kecil dan bayi 8 sampai 14 cm. Bila terasa adanya tahanan setelah memasukkan kateter untuk jarak yang direkomendasikan perawat mungkin menyentuh karina. Tarik kateter 1 cm sebelum menggunakan suction.
  • Beri posisi pada beberapa contoh memutar kepala pasien ke kanan membantu perawat menghadap bronkus cabang besar kiri, membalik kepala ke kiri membantu perawat menghisap bronkus cabang besar kanan.
  • Berikan suction interminten selama 10 detik dengan meletakkan dan melepaskan ibu jari tangan nondominan di atas port ventilasi kateter dan dengan perlahan tarik kateter sambil memutar ke depan dan ke belakang diantara ibu jari dominan dan telunjuk.
  • Dorong pasien untuk batuk. Gantikan dengan selang oksigen bila ada.
  • Bilas kateter dan selang penghubung dengan normal salin sampai bersih.
  • Ulangi langkah tersebut sesuai dengan kebutuhan untuk membersihkan faring dan trakea dari secret. Berikan waktu yang cukup antara suction untuk ventilasi.
  • Monitor status kardiopulmonal pasien diantara penghisapan, minta pasien untuk nafas dalam dan batuk.
  • Bila faring dan trakea cukup bersih dari sekret, lakukan penghisapan orofaringeal untuk membersihkan sekret di mulut.
  • Bila penghisapan selesai gulung kateter disekitar jari tangan non dominan. Lepaskan sarung tangan bagian dalam keluar sehingga kateter tetap tergantung di sarung tangan. Lepaskan sarung tangan yang lain dengan cara yang sama. Buang pada tempat yang telah disediakan. Matikan alat penghisap.
  • Letakkan handuk pada tempat cucian.
  • Kembalikan pasien pada posisi semula.
  • Bila ada indikasi, sesuaikan kembali oksigen pada tingkat sebelumnya.
  • Buang normal salin yang tersisa ke dalam wadah yang disediakan, bila basin yang dipakai sekali pakai, buang ke dalam wadah yang telah disediakan. Bila basin dapat digunakan ulang, cuci dan letakkan dalam ruangan alat-alat basah.
  • Cuci tangan
  • Letakkan kotak penghisap tertutup pada mesin suction atau kepala tempat tidur.
  • Catat dalam catatan keperawatan pengkajian pernafasan sebelum dan sesudah suction, ukuran kateter suction yang digunakan, lamanya proses suction, rute yang digunakan untuk suction, sekret yang didapat : bau, jumlah, warna, konsistensi sekret, frekuensi suction, toleransi pasien terhadap prosedur dan besarnya tekanan negatif yang digunakan.
Demikianlah beberapa prosedur atau SOP dalam melakukan Suction Nasofaring. Semoga bisa bermanfaat.

BACA JUGA :



Tidak ada komentar:

ads
Diberdayakan oleh Blogger.