CARA MELAKUKAN TES BUTA WARNA SESUAI DENGAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

Dalam melaksanakan prosedur pemeriksaan kesehatan dasar, tentunya tes pemeriksaan buta warna merupakan suatu pemeriksaan yang perlu dilakukan. Pemeriksaan tes buta warna ini dilakukan oleh tenaga kesehatan yang melaksanakan tugas di fasilitas kesehatan. Tentunya sebagai tenaga kesehatan perlu memperhatikan bagaimana cara melakukan tes buta warna sesuai dengan standar operasional prosedur.


Sebelum membahas mengenai cara melakukan tes buta warna sesuai dengan standar opersional prosedur bagi tenaga kesehatan, kita akan bahas dulu mengapa tes buta warna itu sangat penting dalam melakukan pemeriksaan kesehatan dasar terutama saat melakukam medical check up. Pemeriksaan tes buta warna ini merupakan suatu prosedur dalam mengukur kemampuan seseorang atau pasien dalam membedakan warna. Pemeriksaan kesehatan berupa tes buta warna ini bermanfaat untuk mengetahui jenis buta warna seseorang yang diderita serta untuk merencanakan masa depan.

Seperti diketahui, buta warna memiliki jenis dan tipe yang berbeda-beda, itulah mengapa tes buta warna itu sangat penting dilakukan pada seseorang yang dicurigai terindikasi mengalami buta warna. Jika dikaitkan pemeriksaan tes buta warna untuk rencana masa depan diperuntukan bagi anak-anak. Jika anak sedari dini sudah didiagnosis memiliki buta warna dan telah diketahui jenis dan tipe buta warna yang diderita, maka orang tua dapat mempersiapkan bekal untuk anaknya di masa depan.

Kembali ke cara melakukan tes buta warna sesuai dengan standar opersional prosedur, berikut beberapa langkah bagi tenaga kesehatan dalam melakukan pemeriksaan tes buta warna sesuai dengan standar operasional prosedur.

Persiapan Alat Pemeriksaan Tes Buta Warna

Alat yang diperlukan dalam melakukan tes buta warna diantaranya yaitu buku Pseudochromatis Ishihara dan alat tulis. 

Persiapan Pemeriksaan Tes Buta Warna

Dalam melakukan persiapan pemeriksaan tes buta warna ini hal yang perlu dilakukan diantaranya :
  • Jika sebelumnya terdapat data pasien, lakukan verifikasi data terlebih dahulu.
  • Lakukan teknik cuci tangan (Klik : SOP Cara Cuci Tangan Sesuai WHO)
  • Ucapkan salam kepada pasien
  • Lalu jelaskan tujuan dan prosedur tindakan kepada pasien atau kelurga.

Pelaksanaan Pemeriksaan Tes Buta Warna

  • Pertama yang perlu diperhatikan adalah privacy klien dan gunakan pencahayaan yang cukup. (pencahayaan sangat penting karena bisa mempengaruhi pembcaan buku Pseudochromatis Ishihara pada pasien).
  • Tanyakan pada pasien apakah pasien menggungakan alat bantu baca seperti kacamata atau lensa kontak. Jika pasien menggunakan alat bantu baca, maka persilakan pasien untuk menggunakannya.
  • Selanjutnya buku Pseudochromatis Ishihara untuk melakukan tes buta warna diletakkan pada jarak 75 cm dari pasien sehingga bidang kertasnya pada sudut yang tepat dengan garis penglihatan.
  • Lalu selanjutnya minta pasien untuk menyebutkan angka-angka yang terdapat di dalam buku Pseudochromatis Ishihara.
  • Setiap angka yang disebutkan oleh pasien diberikan waktu tidak lebih dari tiga detik.
  • Jawaban masing-masing angka yang disebutkan oleh pasien dapat diinterpretasikan sebagai berikut.

Interpretasi Tes Buta Warna Pseudochromatis Ishihara

Normal

Apabila pasien dapat membaca semua plate

Buta Warna Parsial

  • Bila plate no. 1 sampai dengan no 17. hanya terbaca 13 plate atau kurang.
  • Bila terbaca angka-angka pada plate no. 18, 19, 20 dan 21 lebih mudah atau lebih jelas dibandingkan dengan plate no. 14, 10, 13, dan 17
  • Bila ragu-ragu kemungkinan buta warna parsial dapat dites dengan membaca angka-angka pada plate no. 22, 23, 24, dan 25. Pada orang normal, akan terbaca dengan benar angka-angka pada plate-plate tersebut diatas secara lengkap (dua rangkap). Pada penderita buta warna parsial hanya terbaca satu angka pada tiap-tiap plate tersebut diatas atau dengan menunjuk arah alur pada plate no. 26, 27, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, dan 38. Untuk orang normal bisa menunjuk alur secara benar sedangkan untuk buta warna parsial dapat menunjukkan adanya alur dari satu sisi yang lainnya.

Buta Warna Total

Pada plate no. 28 dan 29, untuk orang normal, tidak bisa menunjukkan adanya alur, sedangkan untuk penderita buta warna parsial dapat menunjukkan adanya alur dari satu sisi ke sisi yang lainnya. 

Kesimpulan Tes Buta Warna Pseudochromatis Ishihara

Terminasi Pemeriksaan Tes Buta Warna

  • Setelah melakukan pemeriksaan dan penarikan kesimpulan maka catat hasil pemeriksaan tersebut.
  • Bereskan semua alat pemeriksaan.
  • Berpamitan dengan pasien dan lakukan teknik cuci tangan kembali
  • Dokumentasi kegiatan.
Itulah beberapa cara melakukan tes buta warna sesuai denagn standar opersional prosedur dengan menggunakan buku Pseudochromatis Ishihara. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat untuk tenaga kesehatan semua.

BACA JUGA :



Sumber :
Buku Ajar Praktik Keperawatan Medikal Bedah oleh Ns. Agus Santosa, S.Kep., M.Kep
Aplikasi Tes Buta Warna dengan Metode Ishihara Berbasis Komputer oleh Ratri Widianingsih, Awang Harsa K, Ahmad Rofiq Hakim.

Tidak ada komentar:

Iklan Display

Diberdayakan oleh Blogger.