MENGENAL HEPATITIS AKUT BERAT YANG BELUM DIKETAHUI PENYEBABNYA

Di pergantian tahun 2019 menuju 2020, dunia dihebohkan dengan salah satu jenis virus varian baru yaitu COVID-19. Varian baru coronavirus ini mengakibatkan peningkatan kematian yang tinggi di seluruh dunia. Hampir kurang lebih 2 tahun dunia berusaha untuk menanggulangi permasalahan tersebut. Namun, pada tahun 2022 ini, bukan hanya COVID-19 saja yang menjadi suatu momok bagi penduduk dunia, tetapi di tahun 2022 ini telah ditemukan kembali salah satu penyakit yang belum diketahui spesifikasi jenis penyakitnya yaitu Hepatitas Akut Berat yang belum di ketahui penyebabnya.

Seperti telah kita ketahui, virus hepatitis dikategorikan menjadi virus hepatitis A, B, C, D dan E. Akantetapi, hepatitis akut berat yang belum dikatehui penyebabnya ini bukan berasal dari virus hepatitis yang telah disebutkan. Sehingga sementara ini, hepatitis akut berat ini masih belum bisa diidentifikasi jenis varian virusnya. 

Dilihat dari awal mula penyakit hepatitis berat akut yang belum diketahui penyakitnya ini, pertama kali dilaporkan di Inggris Raya pada tanggal 5 April 2022, dan pada tanggal 8 April 2022 tiga negara lain melaporkan kasus yang serupa. Dengan dilaporkannya kasus tersebut, pada tanggal 15 April 2022 WHO (World Health Organization) menetapkan kasus tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Hingga pada tanggal 27 April 2022 telah dilaporkan sebanyak 170 kasus di 12 negara dan terhitung mulai tanggal 16 hingga 30 April 2022 terdapat tiga dugaan kasus pasien anak Hepatitis Akut meninggal di Indonesia. 

Dengan melihat kejadian tersebut, seluruh masyarakat diharapkan untuk selalu waspada terhadap hepatitis akut berat yang belum diketahui tersebut. Dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, gejala hepatitis akut berat yang belum diketahui penyebabnya ini diantaranya yaitu pada gejala awal, pasien akan merasakan mual, muntah, diare berat dan demam ringan. Jika gejala sudah berlanjut, pasien akan merasakan air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB berwarna putih pucat. Selain itu, warna mata dan kulit akan menguning, gangguan pembekuan darah, kejang-kejang serta jika sudah parah akan mengalami penurunan kesadaran.

Agar terhindar dari gejala penyakit hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya tersebut, diharapkan seluruh masyarakat terutama anak-anak untuk senantiasa menjada kesehatan terutama untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Salah satu tindakan perilaku hidup bersih dan sehat diantaranya yaitu rutin mencuci tangan dengan sabun, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan dengan orang lain, menghindari kontak dengan orang sakit serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan. Selain itu, diharapkan juga kepada masyarakat untuk mengurangi mobilitas, menggunakan masker saat berpergian, tetap menjaga jarak dengan orang lain serta menghindari keramaian atau kerumunan.

BACA JUGA :
MENGENAL 12 SARAF KRANIAL DAN FUNGSINYA BAGI TUBUH
MITOS DAN FAKTA SEPUTAR MENSTRUASI
SOP PEMASANGAN TRANSFUSI DARAH PADA PASIEN


Lalu, bagaimana jika seseorang mengalami gejala seperti diatas? Bagaimana cara penanganan Hepatitis Akut yang belum dikatahui penyebabnya tersebut?

Masih di kutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, langkah-langkah dalam penanganan hepatitis akut berat yang belum diketahui penyebabnya adalah tetap waspada jika merasakan gejala awal seperti diare, mual, muntah, sakit perut dan dapat disertai demam ringan. Jika muncul gejala awal, tetap tenang dan jangan panik, segera bawa pasien ke pusat layanan kesehatan terdekat seperti Puskesmas atau Rumah Sakit untuk mendapatkan pertolongan lanjutan. Jangan menunggu munjul gejala lanjutan, seperti yang telah dibahas sebelumnya, agar penanganan tidak terlambat. Jika pasien mengalami penurunan kesadaran, segera bawa pasien ke rumah sakit dengan fasilitas ICU Anak.

Itulah beberapa informasi mengenai hepatitis akut berat yang belum diketahu penyebabnya, yang tenga terjadi akhir-akhir ini. Maka dari itu, tetap waspada dan jaga kondisi kesehatan, agar terhindar dari berbagai jenis penyakit. Salam sehat.

Sumber : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Tidak ada komentar:

Iklan Display

Diberdayakan oleh Blogger.