Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) MELAKUKAN BLADDER TRAINING

Sobat Nakes, bagi pasien yang mengalami masalah perkemihan dan telah terpasanag kateter, salah satu prosedur sebelum melepas kateter jika kateter sudah tidak digunakan lagi adalah melakukan bladder training. Lalu apa itu bladder training?

Sebelum membahas lebih jauh mengenai bladder training, Sobat Nakes dapat membaca artikel seputar masalah keseimbangan cairan dengan klik tautan SOP Menghitung Keseimbangan Cairan pada Pasien untuk lebih mengetahui prosedur dalam melakukan penghitungan keseimbangan cairan. Selain itu, tentunya melakukan bladder training ini erat kaitannya dengan kateterisasi. Sobat Nakes dapat klik tautan SOP Pemasangan Kateter pada Wanita dan SOP Pemasangan Kateter pada Pria, untuk lebih mengetahui bagaimana prosedur dalam melakukan pemasangan kateter pada wanita maupun pria.

Definisi Tindakan Bladder Training



Sebelum membahas mengenai bagaimana langkah-langkah dan prosedur dalam melaksanakan bladder training, kita perlu membahas apa itu tindakan bladder training. Bladder training atau yang sering disebut dengan latihan kandung kemih merupakan latihan untuk mengembangkan kembali tonus kandung kemih yang kehilangan tonusnya karena terpasang kateter. Tindakan bladder training ini dilakukan pada pasien yang telah dilakukan pemasangan kateter dalam jangka waktu yang lama. 

Tujuan Tindakan Bladder Training

Tujuan dari prosedur tindakan bladder training ini yaitu untuk mempersiapkan pelepasan kateter yang sudah terpasang lama serta mengembalikan tonus kandung kemih, yang sementara tidak ada karena kandung kemih selalu kosong karena terpasang kateter. Berikut beberapa langkah dalam melakukan tindakan bladder training.

Persiapan Tindakan Bladder Training

Beberapa persiapan dalam melakukan tindakan bladder training diantaranya :

Persiapan Pasien Bladder Training

  1. Pertama yang perlu disiapkan adalah memastikan kebutuhan pasien yang akan dilakukan tindakan bladder training.
  2. Lalu, menyampaikan salam kepada pasien
  3. Serta menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan pada pasien.

Persiapan Alat untuk Bladder Training

  1. Catatan keperawatan
  2. Klem 1 buah
  3. Air minum 200 - 250 cc dalam tempatnya
  4. Tissue bila perlu
  5. Nelaton kateter

Persiapan Lingkungan Pasien Bladder Training

  1. Yang perlu diperhatikan dalam persiapan bladder training ini adalah menjaga privasi pasien dengan menutup sampiran pada ruang pasien
  2. Selanjutnya adalah mendekatkan peralatan pada pasien

Prosedur Bladder Training Pasien Terpasang Dower Catheter

  • Melakukan tindakan prosedur mencuci tangan (Klik : SOP Mencuci Tangan Menurut WHO)
  • Pada satu jam pertama klien diberikan minum 1 gelas (200 - 250 cc) sekaligus kemudian klem selang kateter
  • Kemudian berikan lagi minum yang kedua sebanyak 1 gelas (200 - 250 cc)
  • Anjurkan klien untuk menginfokan kepada tenaga kesehatan apabila ada rangsangan berkemih.
  • Lakukan observasi setiap jam pada 2 jam pertama, amati tanda-tanda adanya distensi kandung kemih.
  • Apabila terdapat distensi kandung kemih buka klem untuk mengeluarkan urin
  • Catat jumlah urin yang keluar dan urin yang tersisa
  • Ulangi prosedur tersebut sampai latihan bladder training berjalan lancar dan telah berhasil.

Prosedur Bladder Training Pasien Tidak Terpasang Dower Catheter

  • Melakukan tindakan prosedur mencuci tangan (Klik : SOP Mencuci Tangan Menurut WHO)
  • Pada satu jam pertama klien diberikan minum 1 gelas (200 - 250 cc) sekaligus kemudian klem selang kateter
  • Kemudian berikan lagi minum yang kedua sebanyak 1 gelas (200 - 250 cc)
  • Anjurkan klien untuk menginfokan kepada tenaga kesehatan apabila ada rangsangan berkemih.
  • Lakukan observasi setiap jam pada 2 jam pertama, amati tanda-tanda adanya distensi kandung kemih.
  • Apabila pasien sudah tidak tahan lagi menahan keinginan BAK, minta pasien berkemih sampai merasa puas dan lampias
  • Apabila pasien tidak merasa ada keinginan BAK tapi kandung kemih terasa penuh, pasang nelaton kateter.
  • Tampung urin dan ukur jumlah urin yang keluar dan urin yang tersisa di kandung kemih, kemudian catat pada lembar observasi.
  • Ulangi latihan minimal 1 siklus selama latihan bladder training berlangsung. (1 siklus setara dengan 2 - 3 kali latihan)
  • Selanjutnya bereskan segala peralatan
  • Akhiri interaksi dengan mengucapkan salam
  • Lakukan tindakan prosedur mencuci tangan.

Itulah beberapa langkah cara melakukan bladder training pada pasien yang akan melepas kateter agar bisa membuang air kecil dalam kondisi normal. Semoga pembahasan kali ini dapat memberikan pengetahuan dan wawasan mengenai prosedur dalam melakukan bladder training. Salam sehat.

Posting Komentar untuk "STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) MELAKUKAN BLADDER TRAINING"