6 TERAPI UNTUK MENINGKATKAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANJUT USIA

Penyebaran COVID-19 di dunia yang semakin masif, menuntut masyarakat untuk tetap di rumah dan selalu menerapkan protokol kesehatan di dalam setiap aktivitas. Tak terkecuali bagi lanjut usia sebagai salah satu kelompok rentan. Penggunaan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sudah menjadi suatu kewajiban sebelum melakukan aktivitas. 

Namun, bagi lansia sendiri, selain menjaga fisik, fungsi kognitif bagi lansia pun harus selalu dipantau. Selain untuk memperlambat proses degeneratif, melatih fungsi kognitif bagi lansia juga dapat membantu lansia meningkatkan keberfungsian sosialnya. Salah satu cara melatih fungsi kognitif lansia di rumah adalah melalui terapi kognitif retraining. 

Sumber : unsplash.com
Berikut 6 terapi untuk melatih fungsi kognitif  yang dapat dilakukan lansia di rumah selama masa adaptasi kebiasaan baru:

Terapi Buku Harian (Diary)

Menulis buku harian atau diary merupakan salah satu cara untuk menghilangkan rasa bosan lansia selama di rumah. Dengan menulis buku harian ini, lansia bisa mengingat dan mengungkapkan perasaannya selama pandemi COVID-19 ini melalui sebuah tulisan. Selain itu, menuliskan kegiatan harian, pengalaman semasa hidup derta perasaan selama berada di rumah bisa dituangkan juga dalam bentuk tulisan di buku diary. 

Terapi Pohon Keluarga

Terapi pohon keluarga merupakan salah satu terapi untuk melatih fungsi kognitif lansia dengan cara menyusun, merangkai dan mengembangkan silsilah keluarga minimla 3 generasi. Hal ini bermanfaat bagi lansia unutk mencegah disorientasi pada lansia. Selain itu, jika terapi pohon keluarga ini dilakukan bersama-sama dengan anggota keluarga, akan mempererat tali hubungan kekeluargaan.

Terapi Teka Teki Silang

Teka teki silang ini merupakan suatu permainan dengan mengisi kotak-kotak kosong yang dibantu dengan kata kunci dari sebuah huruf yang akan membentuk suatu kata. Permainan teka teki silang bagi lansia ini bermanfaat untuk menghambat penurunan fungsi kognitif, melatih kecerdasan emosional dan meningkatkan daya ingat.

Baca Juga :


Terapi Membuat Kartu Ucapan (Greeting Card)

Membuat kartu ucapan di momen penting dan berharga, dapat meningkatkan kreativitas dan kognitif bagi lansia. Merangkai kalimat yang dituliskan dalam kartu ucapan, dapat melatih motorik halus serta mengaktifkan kerja otak dalam proses berfikir untuk mengolah kalimat dan bahasa.

Terapi Mencocokan Kartu (Matching Card)

Melakukan permainan mencocokan kartu ini baiknya dilakukan oleh dua orang. Bisa dengan mengajak keluarga lansia ataupun pendamping lansia. Cara melakukan permainan ini prinsipnya hampir sama seperti permainan Onet pada gawai. Namun, bagi lansia, menggunakan kartu yang lebih sederhana dengan ukuran kartu yang besar. Permainan ini dapat melatih stimulus penglihatan serta melatih daya ingat lansia.

Terapi Senam Otak (Brain Gym)

Terapi senam otak bagi lansia ini dapat membantu menstimulasi fungsi kerja otak, melatih daya ingat serta menumbuhkan rasa bahagia pada saat melakukannya. Dewasa ini sudah banyak pelatih senam otak profesional yang membagikan ilmunya melalui media elektronik. Melalui media tersebutlah lansia dapat melalukan senam otak di rumah tanpa perlu berkerumun di masa pandemi ini.

Itulah beberapa terapi bagi lansia untuk melatih fungsi kognitif bagi lansia. Lanjut usia yang dapat mempertahankan hidupnya secara mandiri dan mampu memanfaatkan masa senjanya agar lebih berarti akan mempu meningkatkan keberfungsian sosialnya.


Sumber :
https://puspensos.kemsos.go.id/6-jenis-terapi-bagi-lansia-untuk-melatih-stimulasi-kognitif-di-era-adaptasi-kebiasaan-baru

No comments:

Powered by Blogger.