LANGKAH-LANGKAH MELAKUKAN TERAPI POHON KELUARGA UNTUK LANSIA

Sebelumnya kita telah membahas salah satu terapi yang digunakan pada lanjut usia untuk melatih daya ingat dan kognitif dengan melakukan terapi senam otak. Pada pembahasan kali ini kita membahas salah satu terapi yang membantu untuk melatih daya ingat dan fungsi kognitif bagi lanjut usia, yaitu dengan melakukan terapi pohon keluarga.




Seperti kita ketahui, lanjut usia seiring dengan berjalannya waktu akan mengalami masalah degeneratif salah satunya adalah penurunan daya ingat. Penurunan daya ingat pada lanjut usia ini erat kaitannya dengan masalah kognitif pada lanjut usia, sehingga diperlukan beberapa terapi untuk mengurangi resiko penurunan daya ingat tersebut.

Terapi pohon keluarga bisa menjadi salah satu alternatif kegiatan untuk menghambat proses penurunan kognitif tersebut. Dikutip dalam buku Modul Perawatan Sosial, Terapi dan Dukungan Keluarga, Terapi Pohon Keluarga merupakan suatu aktivitas membuat, menyusun, mengembangkan, menyebut, atau mengingat kembali struktur keluarga pada lanjut usia, yang difasilitasi oleh pendamping lansia maupun keluarga lansia. 

Dengan melakukan kegiatan berupa terapi pohon keluarga ini, diharapkan lanjut usia mampu mengingat kembali susunan keluarga untuk merangsang fungsi kognitif dan mencegah disorientasi. Lalu bagaiman langkah-langkah untuk melakukan terapi pohon keluarga tersebut?

Berikut beberapa langkah-langkah dalam melakukan terapi pohon keluarga bagi lanjut usia. Namun, sebelum melakukan terapi pohon keluarga tersebut perlu disiapkan juga beberapa alat dan bahan yang diperlukan seperti kertas plano, spidol warna, stand board, dan jika ada bisa disiapkan foto keluarga.

Langkah-Langkah Melakukan Terapi Pohon Keluarga Bagi Lansia

  • Pendamping lansia atau keluarga memulai kegiatan dengan melakukan kontrak waktu dengan lansia . Awali kegiatan dengan memberikan senyuman, salam dan sapa pada lansia.
  • Tanyakan juga kabar dan mulailah dengan obrolan-obrolan ringan selama 3 hingga 5 menit.
  • Selanjutnya selingi dengan menyampaikan tujuan dan kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu melakukan kegiatan terapi pohon keluarga bagi lanjut usia.
  • Lalu, pendamping lansia maupun keluarga mengajak lansia untuk mereview susunan keluarga dimulai dari keluarga inti, ataupun bisa diperluas ke garis vertikal ke atas untuk menentukan silsilah keluarga sebelumnya atau kebawah atau kesamping untuk menunjukkan silsilah keluarga setelahnya.
  • Pohon keluarga yang akan dibuat, bisa dibuat oleh lansia langsung maupun dibantu oleh pendamping / keluarga lansia.
  • Setelah pohon keluarga dapat terbentuk, pendamping bisa meminta lansia menceritakan pohon keluarga tersebut secara bebas.
  • Pendamping lansia atau keluarga dapat memberikan pujian atau respon positif terhadap pengalaman-pengalaman lansia terhadap pohon keluarga tersebut. 
  • Setelah pohon keluarga tersebut sudah selesai, dapat dipasang di ruangan yang mudah untuk dilihat oleh lansia.
  • Jika dalam membuat pohon keluarga belum selesai dapat dilakukan dihari berikutnya sesuai dengan kontrak waktu yang telah disepakati dengan lansia. Untuk memperindah pohon keluarga dapat dilengkapi foto atau jika ada anggota keluarga yang masih kosong dapat dicarikan informasi dari keluarga lainnya.
  • Pada saat akhir terapi pohon keluarga ini, pendamping lansia maupun keluarga diberikan penjelasan dan manfaat dari terapi pohon keluarga tersebut serta memotivasi lansia untuk terus semangat menjalankan kegiatannya sehari-hari.

BACA JUGA :


Itulah beberapa langkah-langkah dalam melakukan terapi pohon keluarga yang dapat dilakukan oleh lansia untuk menjaga fungsi kognitif lansia. Semoga informasi yang didapatkan dapat bermanfaat bagi pembaca semuanya.

Tidak ada komentar:

Iklan Display

Diberdayakan oleh Blogger.