Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN ASTHMA BRONKHIALE

Sobat Nakes, salah satu masalah kesehatan yang berhubungan dengan sistem pernapasan diantaranya adalah penyakit asthma bronkhiale. Pasien dengan diagnosa asthma bronkhiale tersebut sering ditemukan di ruang perawatan. Namun, sudah tahukah Sobat Nakes bagaimana memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan asthma bronkhiale tersebut.

Dalam pembahasan kali ini, Bersama Perawat akan membahas lebih rinci mengenai asuhan keperawatan pada pasien dengan astma bronkhiale. Namun, sebelum membahas lebih jauh Sobat Nakes dapat membaca terlebih dahulu mengenai Konsep Dasar Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Gangguan Pernapasan Secara Umum

Pengertian Asthma Bronkhiale

Asthma bronkhiale merupakan suatu penyakit dengan meningkatnya respon trakhea, bronkhus dan bronkhelous terminalis yang reversible terhadap berbagai rangsangan yang terjadi dimana ventilasi relatif normal. Hal ini ditandai dengan penyempitan saluran pernapasan secara umum.

Anatomi Fisiologi Sistem Pernapasan

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai anatomi dan fisiologi sistem pernapasan, Sobat Nakes dapat membaca terlebih dahulu sistem anatomi dan fisiologi pernapasan atas dan bawah dengan klik tautan Anatomi dan Fisiologi Sistem Pernapasan Atas serta Anatomi dan Fisiologi Sistem Pernapasan Bawah.

Untuk anatomi fisilogi sistem pernapasan dimulai dengan saluran penghantar udara hingga paru-paru yang diawali oleh organ hidung, faring, trakhea, bronkhus, bronkhiolus, alveoli, alveolus. Trakhea disokong oleh tulang rawan yang berbentuk sepatu kuda yang panjangnya kurang lebih 5 inchi. Tempat trakhea bercabang menjadi bronkhus disebut karina yang memiliki banyak syaraf yang dapat menyebabkan bronkhospasme. 

Bronkus kiri lebih panjang dan sempit merupakan kelanjutan dari trakhea dengan sudut yang tajam. Cabang utama bronkhus segmentalis yang semakin kecil sampai dengan bronkhus terminalis memiliki diameter 1 mm. Bronkhiolus dikelilingi oleh otot polos sehingga ukurannya dapat berubah. Setelah bronkhilous terminalis terdapat asinus yang merupakan unit fungsional paru-paru yang merupakan tempat pertukaran gas yang terdiri dari bronkhiolus repiratorius, duktus alveolaris, sakus alveolaris terminalis. Asinus atau lobulus primer memiliki garis tengah kira-kira 0,5 sampai 1,0 cm. Terdapat sekitar 23 kali percabangan mulai trakhea sampai sakus alveolaris terminalis.

Kategori Asthma Bronkhiale

Asthma bronkhiale ini dapat dikategorikan menjadi tiga yaitu :

Asthma Ekstrinsik

Asthma ekstrinsik ini ditemukan pada sejumlah kecil klien dewasa yang disebabkan oleh alergen yang diketahui. Biasa dimulai pada masa anak-anak dengan riwayat keluarga yang mempunyai penyakit atopik.

Asthma Instrinsik atau Idiopatik

Asthma instrinsik atau idiopatik ini sering ditemukan oleh faktor-faktor pencetus yang belum jelas dan bisa juga oleh faktor yang non spesifik atau latihan yang berlebihan atau emosional. Keadaan ini sering timbul pada usia 40 tahun.

Asthma Campuran

Asthma campuran ini biasanya terjadi kepada pasien yang mengalami asthma instrinsik yang akan berlanjut menjadi bentuk campuran. Anak-anak yang menderita asthma ekstrinsik seirng sembuh pada saat dewasa. 

Patofisiologis

Patofisiologis pada asthma bronkiale terjadi perubahan patologis yang menyebabkan obstruksi jalan napas yang disebabkan oleh bronkhospasme, edema mukosa dan hipersekresa mukus yang kental. Pada klien dengan riwayat asthma bronkhiale terjadi hipersensitif saluran napas terhadap alergen. Bila alergen ada pada klien, maka akan terjadi reaksi type 1 yang ditandai dengan histamin, ECF-A dan SRS-A oleh sel mast yang merupakan vasodilator yang kuat sehingga mengakibatkan sel otot pernapasan berkontraksi, sekresi mukus meningkat dan terjadi edema mukosa. Hal tersebut menyebabkan terjadinya penyempitan jalan napas sehingga oksigen yang masuk ke dalam tubuh tidak adekuat dan tubuh berkompensasi dengan napas menjadi lebih cepat dan dangkal, terjadi dispnoe dan klien akan menggunakan otot-otot asesoris pernapasan (cuping hidung, retraksi dada), aktifitas meningkat menyebabkan meningkatnya proses metabolisme yang berakibat kelelahan dan kelemahan.

Bila terjadi status asthmatikus akan terjadi hipoksia dan hipercapnia serta asidosis respiratorik akibat dari adanya penyempitan pada saluran pernapasan dan bronkhospasme. Udara akan dikeluarkan secara paksa dan pada auskultasi akan terdengar bunyi wheezing, ekspirasi memanjang sedangkan pergerakan sekret yang terakumulasi akan menimbulkan ronchi. Permukaan epitel yang diliputi oleh lapisan mukus yang disekresikan oleh sel goblet, dan serosa akan berusaha untuk mengeluarkan mukus dengan cara gerakan siliake arah posterior menuju faring. Bila obstruksi berlangsung maka alveoli akan mengalami pembesaran akibatnya pertukaran gas di alveoli terganggu sehingga oksigen berdifusi ke dalam darah berkurang, maka oksigen dalam darah menurun, dan bila sampai ke jaringan akan kekurangan oskigen, bila kekurangan oksigen ke otak, maka akan terjadi gelisah, kebingungan sampai somnolen. Bila udara terperangkap di alveoli dalam waktu lama maka akan terjadi peningkata karbon dioksida dari normal dan akan tampak pada pemeriksaan AGD (analisa gas darah).

Pada saat terjadi kegagalan proses difusi maka kompensasi tubuh adalah dengan peningkatan aliran darah sehingga akan terjadi peningkatan nadi, terdapat pulsus paradoksus, pada gambaran EKG (elektrokardiogram) akan tampak tachicardia. Pada kulit akan terjadi cyanosis, penurunan oksigen daam darah akan merangsang nervus vagus untuk mengeluarkan astilkolin, merangsang lambung untuk meningkatkan asam lambung, maka akan terjadi mual, muntah dan tidak nafsu makan. Selain itu, penurunan oksigen dalam darah mengakibatkan gangguan pada proses metabolisme sehingga pembentukan energi berkurang mengakibatkan kelemahan.

Etiologi/Faktor Pencetus Asthma Bronkhiale

Beberapa faktor pencetus terjadinya asthma bronkhiale diantaranya :
  1. Faktor alergen
  2. Faktor obat-obatan
  3. Infeksi saluran nafas
  4. Faktor emosi
  5. Faktor perubahan cuaca
  6. Latihan jasmani yang berlebihan
  7. Faktor herediter memegang peranan penting

Dampak Asthma Bronkhiale pada Sistem Tubuh

Beberapa dampak yang terjadi pada sistem tubuh diantaranya :

Sistem Pernapasan

Pada sistem pernapasan akan terjadi penyempitan saluran napas yang mengakibatkan napas cepat dan dangkal, tachipnoe, dyspnoe serta penggunaan otot-otot asesoris. Akumulasi sekret dapat menyebabkan batuk.

Sistem Gastrointestinal

Dengan adanya penurunan kadar oksigen dalam darah merangsang nervus vagus untuk mengeluarkan asetil kolin, merangsang lambung, sekresi asam lambung meningkat maka akan terjadi mual. 

Sistem Kardiovaskuler

Pada sistem kardiovaskuler, tidak adekuatnya kadar oksigen dalam darah yang masuk ke dalam jantung akan menyebabkan takikardi dan takanan darah menurun.

Sistem Muskuloskeletal

Menurunnya kadar oksigen dalam darah, membuat suplai oksigen ke jaringan bekurang sehingga metabolisme tidak adekuat sehinga pembentukan energi berkurang, klien menjadi lemah dan lelah.

Sistem Persyarafan

Tidak adekuatnya kadar oksigen ke otak akan menyebabkan gelisah, bingung hingga bisa menjadi somnolen. Bila sesak dan batuk akan merangsang RAS (reticulo activity system) sehingga klien akan terjaga dan mengalami gangguan tidur.

Aspek Psikologis Asthma Bronkhiale

Serangan asthma ini menyebabkan klien untuk selalu waspada dan berusaha menjauhkan diri dari faktor pencetus, bila serangan tidak dapat dihindari maka klien akan merasa seperti dicekik dan mengalami kecemasan. 

Manajemen Medis Secara Umum Asthma Bronkhiale

Beberapa manajemen medis yang dapat dilakukan pada klien dengan asthma bronkiale diantaranya :
  1. Pemberian obat-obatan seperti epinephrin (adrenalin), aminophilin atau kortikosteroid sesuai anjuran dan resep dokter.
  2. Nebulasi, klik untuk mengetahui SOP Nebulasi pada Pasien Dewasa.
  3. Ventilasi mekanik
  4. Bronkhoskopi
  5. Fisiotherapi
  6. Latihan nafas dalam
  7. Batuk efektif
  8. Pursip breathing.
Sobat Nakesm, itulah sekilas pembahasan mengenai asuhan keperawatan pada pasien dengan asthma bronkhiale. Untuk menambah pengetahuan, Sobat Nakes dapat klik Jenis Alat Bantu Pernapasan dan Jumlah Konsentrasinya untuk mengetahui informasi lain seputar alat bantu pernapasan. Semoga pembahasan kali ini dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan Sobat Nakes serta Pembaca. Salam sehat.


Sumber :
Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah.

1 komentar untuk "ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN ASTHMA BRONKHIALE"

  1. Terima kasih, artikel yang sangat menarik dan menambah wawasan kami tentang asuhan keperawatan. Salam.

    BalasHapus