YUK, BATASI KONSUMSI GULA SEBELUM MENGALAMI DAMPAK BERIKUT BAGI TUBUH

Setiap hari dalam makanan yang kita konsumsi, sedikit atau banyak pasti terdapat gula didalamnya. Memang tidak dipungkiri bahwa manisnya gula sangat digemari oleh seluruh kalangan masyarakat, apalagi anak-anak. Mengonsumsi makanan yang mengandung gula dengan porsi yang wajar, memanglah hal yang lumrah, tapi bagaimana dampaknya apabila seseorang terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gula?

Sumber : pixabay.com

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dikutip dari halaman website hallosehat.com, bagi orang dewasa disarankan untuk membatasi asupan gula sebanyak 50 gram atau setara dengan dua belas sendok teh gula per orang per hari. Namun berbeda untuk anak-anak, menurut American Heart Association (AHA) yang masih dikutip dalam situs yang sama merekomendasikan bagi anak usia 2 hingga 18 tahun untuk tidak mengonsumsi gula lebih dari enam sendok teh gula dalam menu makanannya sehari-hari.

Hal tersebut, sejalan dengan sistemm mobilitas tubuh bahwa saat seseorang mengonsumsi terlalu banyak gula, tubuh akan mendapatkan zat glukosa yang berasal dari gula tersebut. Zat glukosa tersebut, nantinya akan disimpan didalam tubuh sebagai cadangan energi. Walaupun, zat glukosa tersebut akan diubah menjadi energi, tetapi jika seseorang mengonsumsi gula yang terlalu banyak akan berdampak buruk bagi kesehatan. Berikut beberapa dampak yang akan dialami oleh tubuh jika mengonsumsi terlalu banyak gula.

DAMPAK MENGONSUMSI BANYAK GULA BAGI TUBUH

Berikut kami paparkan beberapa dampak yang akan ditimbulkan pada tubuh jika mengonsumsi gula yang terlalu banyak :

Meningkatkan Resiko Diabetes Mellitus

Dalam menguraikan gula, tubuh memerlukan hormon insulin untuk mengubahnya menjadi energi, Namun, ketika tubuh mengonsumsi banyak gula, hormon insulin yang diproduksi pun akan meningkat. Resikonya dengan meningkatkan hormon insulin tersebut akan membuat sensitivitas produksi hormon insulin berkurang, yang mengakibatkan terjadi penumpukan glukosa dalam darah. Hal ini yang sering dikatakan sebagai resistensi insulin yang mengakibatkan kenaikan resiko diabetes mellitus karena kandungan gula yang tinggi di dalam darah.

Gangguan Memori

Sejalan dengan dampak resistensi insulin, dengan meningkatkan kandungan gula dalam darah, dapat mengurangi sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Hal ini pun akan berakibat juga ke dalam fungsi otak dalam tubuh. Sehingga jika seseorang mengonsumsi tinggi gula akan mengganggu kemampuan belajar dan juga fungsi mengingat.

Meningkatkan Resiko Penyakit Asma

Dilansir dari situs 1health.id, anak-anak yang sering mengonsumsi minuman bersoda yang mengandung tinggi gula lebih mungkin menderita asma atau COPD.

Kerusakan Gigi

Keruskaan gigi yang sering dialami ialah karies gigi. Karies gigi ini terjadi ketika bakteri yang berada di mulut mencerna sisa karbohidrat dari makanan yang dikonsumsi. Bakteri tersebut secara tidak langsung akan membusuk dan memproduksi asam yang dapat menghancurkan enamel/dentin gigi.

Disfungsi Metabolik

Mengonsumsi gula dalam kadar yang tinggi dapat menyebabkan sindrom metabolik seperti kegemukan dalam perut (buncit) penuruan HDL, peningkatan LDL, gula darah tinggi, peningkatan trigliserida serta darah tinggi.

Penyakit Jantung

Dalam studi penelitian oleh Journal of America Heart Association tahun 2013, menyebutkan dengan mengonsumsi gula berlebih dapat meningkatkan resiko penyakit jantung karena gula yang tinggi dalam darah akan menggangu cara kerja organ jantung dalam memompa darah. Dalam studi lain mengonsumsi gula 25% dari total kalori, beresiko 2 kali lipat menderita penyakit jantung.

Resiko Kanker

Masih dikutip dari halaman situs 1health.id mengonsumsi gula dalam kadar yang tinggi meningkatkan resiko kanker ovarium, esofagus dan endometrium.

Obesitas

Dari penjelasn diatas, sudah jelas bahwa dengan mengonsumsi makanan tinggi gula dapat meningkatkan berat badan bahkan dapat menjadi obesitas. Hal ini sangat berkaitan dengan gangguan metabolisme dalam tubuh.

Penuaan Dini

Masih erat berkaitan dengan tingginya gula dalam darah dapat menghasilkan glikasi dengan produk akhir yang dapat mempercepat penuaan dini.

Kerusakan Hati

Hal yang paling membahayakan juga adalah kerusakan hati. Hati yang berfungsi untuk memecah senyawa zat pada berbagai makanan, dapat terganggu akibat asupan gula yang tinggi. Hal ini dikarenakan gula yang akan dipecah menjadi glukosa dan fruktosa yang tidak termetabolisme karena asupan tubuh akn gula telah terpenuhi, akan membebani kerja hati terutama fruktosa. berlebih. Akibatnya akan menimbulkan perlemakan hati yang memicu terjadinya komplikasi.

BACA JUGA :


Itulah beberapa dampak yang diakibatkan jika kita mengonsumsi makanan yang tinggi gula. Tubuh kita sebetulnya membutuhkan gula juga untuk mengubahnya menjadi energi. Tetapi jika berlebihan justru akan menimbulkan berbagai macam penyakit. Yuk mulai dari sekarang bijaksana dalam mengatur asupan nutrisi bagi tubuh kita.

Sumber :
https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/akibat-kebanyakan-gula/
https://1health.id

Tidak ada komentar:

Iklan Display

Diberdayakan oleh Blogger.